Berikut adalah daftar harga minyak di seluruh dunia. Di Venezuela harganya hanya Rp 460/liter, di Saudi Arabia Rp 1.104/liter, di Nigeria Rp 920/liter, di Iran Rp 828/liter, di Mesir Rp 2.300/liter, dan di Malaysia Rp 4.876/liter. Rata-rata pendapatan per kapita di negara-negara tersebut lebih tinggi dari kita. Sebagai contoh Malaysia sekitar 4 kali lipat dari negara kita. Anehnya di negara kita premium yang saat ini harganya Rp 4.500/liter akan dinaikkan hingga Rp 6.000/liter sementara harga Pertamax sekitar Rp 8.700/liter. Jelas bedanya antara negara yang mementingkan kepentingan rakyat dengan negara Neoliberalis/Pro Spekulan Pasar yang hanya mengikuti harga minyak Internasional. AS dan Cina adalah importer minyak terbesar dan ketiga di dunia *1. Tapi harga minyak di AS cuma Rp 8.464/liter sementara Cina Rp 5.888/liter.. Padahal penduduk kedua negara lebih besar dari Indonesia (Cina penduduknya 1,3 milyar) . Indonesia meski premium cuma Rp 4.500 (yang akan dinaikkan jadi Rp 6.000/liter) namun harga Pertamax mencapai Rp 8.700/liter. Lebih tinggi dari harga di AS. Padahal UMR di Indonesia cuma US$ 95/bulan sementara di AS US$ 980/bulan. Jadi Indonesia ini benar-benar mengikuti kemauan spekulan pasar/kaum Neoliberalis. Dengan memakai patokan harga Internasional US$ 125/barrel maka rakyat AS yang UMRnya US$ 980/bulan masih bisa menabung US$ 955/bulan sementara rakyat Indonesia yang UMRnya hanya US$ 95/bulan harus ngutang sebanyak US$ 30/bulan. Memang rakyat miskin tidak punya mobil mewah, tapi mereka kan tetap harus pakai angkot atau sepeda motor. Dan itu pakai BBM! Referensi: 1. http://worldnews.about.com/od/oilnaturalgas/tp/oil_imports.htm http://en.wikipedia.org/wiki/Gasoline_usage_and_pricing Gasoline usage and pricing | Negara | US$/Ltr | | Rp/Ltr | Tanggal | | Sumber | | Australia | 1.37 | | 12,604 | 4/23/2008 | | [1]/XE.com | | Belgium | 2.02 | | 18,584 | 11/7/2007 | | [4][5][6] | | Brazil | 1.56 | | 14,352 | 4/29/2008 | | [citation needed] | | Canada | 1.25 | | 11,500 | 5/5/2008 | | GasBuddy/XE.com | | China | 0.64 | | 5,888 | 5/5/2007 | | CNN Money/[2] | | Croatia | 1.73 | | 15,916 | 5/5/2007 | | | | Cyprus | 1.63 | | 14,996 | 4/22/2008 | | for Unleaded 95[[3] | | Denmark | 2.15 | | 19,780 | 4/21/2008 | | | | Egypt | 0.25 | | 2,300 | 7/25/2007 | | [8] | | Finland | 2.1 | | 19,320 | 1/5/2008 | | [9] | | Germany | 2.28 | | 20,976 | 4/20/2008 | | [10] | | Greece | 1.3 | | 11,960 | 3/13/2006 | | | | Hong Kong | 1.997 | | 18,372 | 4/12/2008 | | Shell Hong Kong/[4] | | Iceland | 2.13 | | 19,596 | 3/31/2008 | | Esso/[5] | | India | 1.22 | | 11,224 | 10/3/2006 | | | | Iran | 0.09 | | 828 | 5/5/2007 | | CNN Money/[6] | | Israel | 1.91 | | 17,572 | 5/1/2008 | | Israel Min. of National Infrastr. | | Italy | 1.93 | | 17,756 | 11/8/2007 | | | | Japan | 1.01 | | 9,292 | 9/29/2006 | | CNN Money/[8] | | Kuwait | 0.21 | | 1,932 | 4/3/2006 | | CNN Money/[9] | | Malaysia | 0.53 | | 4,876 | 2/3/2006 | | Google exchange calculator | | Mexico | 0.62 | | 5,704 | 5/5/2007 | | Banco de Información Económica | | Netherlands | 2.36 | | 21,712 | 4/28/2008 | | Shell | | New Zealand | 1.44 | | 13,248 | 4/20/2008 | | Pricewatch/fx.com on 2006-09-29 | | Nigeria | 0.1 | | 920 | 3/3/2005 | | CNN Money/[13] | | Norwegia | 2.52 | | 23,184 | 4/14/2008 | | Shell/[14] | | Pakistan | 1.06 | | 9,752 | 5/4/2008 | | PSO/[15] | | Philippines | 0.94 | | 8,648 | 9/17/2007 | | Shell Philippines/[16] | | Romania | 1.67 | | 15,364 | 4/15/2008 | | | | Russia | 1 | | 9,200 | 5/7/2008 | | [11] | | Saudi Arabia | 0.12 | | 1,104 | 5/16/2007 | | | | Sierra Leone | 4.87 | | 44,804 | 5/1/2008 | | [18] | | Singapore | 1.37 | | 12,604 | 1/2/2008 | | PetrolWatch/XE.com | | Switzerland | 1.65 | | 15,180 | 12/19/2007 | | | | Sweden | 1.96 | | 18,032 | 1/3/2008 | | JET/ | | Thailand | 0.69 | | 6,348 | 1/13/2007 | | Nation Multimedia/[19] | | Turkey | 2.68 | | 24,656 | 4/22/2008 | | NTV/[20] | | Turkmenistan | 0.08 | | 736 | 11/25/2006 | | Turkmenistan.ru/[21] | | UAE | 0.45 | | 4,140 | 5/4/2008 | | | | Ukraine | 1.17 | | 10,764 | 4/18/2008 | | | | United Kingdom | 2.16 | | 19,872 | 4/20/2008 | | petrolprices.com/XE.com | | United States | 0.92 | | 8,464 | 4/19/2008 | | [12] | | Venezuela | 0.05 | | 460 | 1/12/2008 | |

Morihei Ueshiba lahir pada tanggal 14 Desember 1883 dari sebuah keluarga petani di wilayah Wakayama (sekarang dikenal sebagai Tanabe). Dari lima bersaudara, Ueshiba adalah satu satunya anak lelaki. Memiliki jiwa samurai yang diturunkan dari ayahnya, Yoroku, dan ketertarikan di bidang religi, puisi, serta seni dari ibunya. Di masa kecilnya, Ueshiba adalah anak yang lemah dan sering sakit-sakitan. Hal tersebut menjadikannya lebih sering berada di rumah membaca buku daripada bermain di luar rumah bersama teman-teman sebayanya. Sekolah dirasa sebagai sesuatu yang membosankan bagi Ueshiba. Mencoba beberapa kali berganti pekerjaan, belum juga memuaskan hatinya. Akhirnya Ueshiba menyadari memiliki ketertarikan yang sangat kuat kepada beladiri. Dia sangat menikmati berlatih Jujutsu di dojo Kito-ryu, demikian juga dengan berlatih pedang di pusat latihan Shinkage Ryu. Sayangnya, penyakit beri-beri membuat Ueshiba harus pulang kampung, dimana dia kemudian menikahi Itogawa Hatsu. Setelah kesehatannya pulih, Ueshiba memutuskan masuk ke dinas kemiliteran. Dengan tinggi hanya sekitar 152 cm, Ueshiba ditolak masuk. Pada kesempatan kedua, Ueshiba berhasil masuk menjadi seorang infanteri pada tahun 1903. Selama dinas di kemiliteran ini Ueshiba berhasil menunjukkan kualitasnya sehingga komandan pasukan mengirimnya masuk akademi militer. Akan tetapi Ueshiba menolaknya dengan berbagai alasan dan memutuskan keluar dari dinas kemiliteran. Ueshiba kembali ke kampung halamannya. Kekuatan fisiknya yang terlatih selama di militer membentuk keinginannya untuk terus melanjutkan latihannya. Ayahnya membangunkannya sebuah dojo di ladang pertaniannya dan mengundang instruktur Jujutsu yang terkenal, Takaki Kiyoichi, untuk mengajarinya. Selama masa ini, Ueshiba muda menjadi lebih kuat dan memiliki ketrampilan yang unggul. Bersamaan dengan itu, Ueshiba juga mulai tertarik dengan masalah politik. Musim semi 1912, pada usia 29 tahun, Ueshiba dan keluarganya berpindah ke kota Hokkaido yang keras. Ueshiba semakin memiliki kekuatan fisik yang menonjol. Selama di Hokkaido, Ueshiba bertemu dengan Sokaku Takeda, grandmaster Daito-ryu Aiki Jutsu. Setelah pertemuan itu, Ueshiba memfokuskan diri untuk belajar kepada Takeda. Sebulan kemudian, Ueshiba kembali ke Shirataki, membangun dojo dan mengundang Takeda untuk tinggal di sana. Ketika mendapat kabar ayahnya sakit keras, Ueshiba menjual hampir seluruh harta miliknya dan menyerahkan dojo kepada Takeda. Dia berencana tidak akan kembali ke Hokkaido. Dalam perjalanan pulang, Ueshiba sempat berhenti di Ayabe, tempat di mana sekte kepercayaan Omoto-kyo berpusat. Di sini dia berjumpa dengan Onisaburo Deguchi, pimpinan Omoto-kyo. Tertahan di Ayabe dan perjumpaannya dengan Deguchi, Ueshiba memutuskan memperpanjang masa tinggalnya di Ayabe selama tiga hari sebelum melanjutkan perjalanan pulang. Sayangnya, tiga hari tersebut terlalu lama. Ayah Ueshiba meninggal dunia. Ueshiba sangat meratapi kepergian ayahnya. Dengan penyesalan yang mendalam, Ueshiba memutuskan menjual semua tanah warisan dan pindah ke Ayabe untuk memperdalam Omoto-kyo. Selama delapan tahun Ueshiba belajar kepada Deguchi, mengajar beladiri, dan menjadi kepala dinas pemadam kebakaran setempat. Sebagai seorang pecinta perdamaian, Deguchi sangat menentang perang dan menolak penggunaan senjata, dan pernah mengatakan, "Persenjataan dan perang adalah cara para tuan tanah dan kaum kapitalis untuk mengeruk keuntungan, sementara rakyat miskin semakin menderita". "Persenjataan dan perang" tentu dua hal yang tidak jauh dari dunia Ueshiba. Deguchi menyadari, kehadiran Ueshiba di dunia adalah untuk "mengajarkan arti Budo yang sejati: mengakhiri seluruh permusuhan dan perseteruan". Bagi Ueshiba, mempelajari Omoto-kyo dan hubungan dekatnya dengan Deguchi sangat mempengaruhi kehidupannya. Suatu saat Ueshiba pernah mengatakan, jika di satu sisi Sokaku Takeda telah membukakan matanya tentang esensi Budo, maka di sisi lain pencerahan hidupnya datang dari pengalamannya di Omoto-kyo. Di awal usia 40 (sekitar tahun 1925), Ueshiba telah memiliki beberapa pengalaman spiritual yang sangat mengesankan dirinya, dan hal ini kemudian mengubah cara pandang hidup dan latihan beladirinya. Dia menyadari manfaat sejati dari Budo adalah cinta. Satu tahun kemudian, banyak orang berguru kepada Ueshiba, termasuk Kenji Tomiki (yang akhirnya membuat style Aikido sendiri) dan Admiral Take%@!#$&a. Tahun 1927, Deguchi Onisaburo menyarankan Ueshiba untuk memisahkan diri dari Omoto-kyo dan menjalani kehidupannya sendiri. Ueshiba melakukannya, dan berpindah ke Tokyo. Murid Ueshiba bertambah banyak yang kemudian mendorongnya untuk membangun dojo resmi di distrik Ushigome (sekarang adalah Pusat Aikido dunia). Sementara dojo masih dalam proses pembangunan, banyak pendekar dari beladiri lain, seperti Jigoro Kano, datang mengunjungi. Mereka sangat terkesan dan mengirimkan murid-murid mereka untuk belajar kepada Ueshiba. Tahun 1931, dojo telah selesai dibangun. Pada saat itu juga murid-murid Ueshiba semisal Gozo Shioda, Rinjiro Shirata dan lainnya bergabung ke dojo. Menjelang Perang Dunia II, Ueshiba sangat sibuk mengajar di dojo, juga mengajar kelas khusus militer dan polisi. Selama sepuluh tahun Ueshiba menjadi sangat tersohor. Beberapa cerita mulai diangkat menjadi tulisan. Kisshomaru, anak lelakinya, banyak menulis peristiwa dan perjalanan hidup Ueshiba. Tahun 1942, Ueshiba kembali ke kampung halamannya. Perang telah menyebabkan dojonya kosong. Ueshiba juga merasa lelah dengan kehidupan kota. Dia menyerahkan dojonya kepada anaknya, Kisshomaru, dan pindah ke distrik Ibaraki, wilayah Iwama. Di sana Ueshiba membangun dojo luar ruangan yang sekarang dikenal sebagai Aiki Shrine. Iwama dikenal oleh banyak orang sebagai tempat lahir Aikido modern, "Jalan Menuju Keselarasan", yang dikenal sekarang. Sebelum perpindahan ke Iwama ini, beladiri Ueshiba dikenal sebagai Aikijutsu, kemudian Aiki-Budo, yang masih merupakan murni beladiri tanpa sentuhan spiritual. Sejak tahun 1942 (ketika nama Aikido mulai resmi digunakan) hingga tahun 1952, Ueshiba memadukan dan menyempurnakan tekniknya dengan filsafat religi Aikido. Seusai perang, Aikido berkembang sangat pesat di Kobukan (sekarang disebut Hombu Dojo) di bawah pimpinan Kisshomaru Ueshiba. Morihei Ueshiba kemudian dikenal sebagai "O Sensei" atau "Guru Besar". Dia juga menerima berbagai penghargaan dari pemerintahan Jepang. O Sensei selalu memperbaharui "Jalan"-nya, menunjukkan dedikasinya dengan terus berlatih hingga masa-masa akhir hidupnya. Awal musim semi 1969, O Sensei mengeluh sakit dan berkata kepada Kisshomaru bahwa "Tuhan memanggilku..." O Sensei meminta diantar ke rumahnya agar lebih dekat dengan dojonya. Tanggal 15 April 1969, kondisi kesehatannya semakin memburuk. Kepada murid-muridnya, O Sensei memberikan perintah terakhirnya. "Aikido untuk seluruh dunia. Jangan berlatih untuk dirimu sendiri, berlatihlah untuk seluruh orang". Pagi hari, 26 April 1969, O Sensei memegang tangan Kisshomaru, tersenyum dan berkata, "Jagalah semuanya", dan meninggal dunia dalam usia 86 tahun. Dua bulan kemudian, Hatsu, istrinya yang berumur 87 tahun meninggal dunia. Abu O Sensei dikuburkan di kuil keluarga di Tanabe. | Morihei Ueshiba 1883-1969 | | 1883 | Lahir 14 Desember di kota Tanabe, Wakayama, Jepang. | | 1912 | Pindah ke Hokkaido dan bertemu dengan Sokaku Takeda, mempelajari Daito-ryu Aiki-Jujitsu. | | 1919 | Bertemu dengan O. Deguchi dari Sekte Omoto di Ayabe, Kyoto. | | 1927 | Pindah ke Tokyo bersama keluarga dan mulai mengajar Aikido. | | 1960 | Menerima medali Shiju Hosho dari pemerintah Jepang. | | 1969 | Meninggal dunia pada tanggal 26 April, pada usia 86. | http://aikido.web.id/module.php?module=publisher&op=viewarticle&artid=3
Aikido adalah seni beladiri yang berasal dari Jepang yang dikembangkan oleh "O Sensei" Morihei Ueshiba (karena jasa jasanya ia disebut O Sensei yang berarti Guru Besar). Gerakan gerakan yang digunakan dalam Aikido merupakan gabungan dari beberapa gerakan seni beladiri jepang kuno seperti Kenjutsu, Jujitsu, dan beberapa beladiri jepang kuno lainnya. | Aikido tidak berfokus pada bagaimana menyerang lawan dengan cara memukul atau menendang, tetapi Aikido lebih berfokus tentang bagaimana cara menggunakan teknik aikido untuk menangkap, mengendalikan, serta mengarahkan tenaga dari serangan lawan agar tidak mencederai atau mencelakai kita. Di dalam Aikido diajarkan beberapa teknik yang meliputi kuncian, lemparan, mematahkan persendian lawan maupun menetralkan serangan agresif dari lawan. Seni beladiri Aikido ini dapat diikuti semua orang baik pria, wanita, tua maupun muda, dan sangat efektif untuk membela diri terhadap serangan satu orang lawan maupun sekelompok orang. Aikido juga mengajarkan tentang bagaimana menyatukan antara pikiran, gerakan tubuh, dan hati untuk mencapai suatu keseimbangan yang solid sehingga akan menciptakan suatu pengendalian emosi yang mengarah kepada perdamaian. Aikido dapat diterjemahkan kedalam bahasa inggris menjadi "The Way of Harmony of the Spirit" yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti "Cara atau Jalan Menuju Keselarasan Jiwa" -Dari berbagai sumber- |
diambil dr Web site Hudzaifah.org - Rasulullah saw. menilai dalam pribadi Hudzaifah Ibnul Yaman terdapat tiga keistimewaan yang menonjol. Pertama, cerdas, sehingga dia dapat meloloskan diri dalam situasi yang serba sulit. Kedua, cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu, yang dapat dilakukannya setiap diperlukan. Ketiga, cermat memegang rahasia, dan berdisplin tinggi, sehingga tidak seorang pun dapat mengorek yang dirahasiakannya.
Sudah menjadi salah satu kebijaksanaan Rasulullah, berusaha menyingkap keistimewaan para sahabatnya dan menyalurkannya sesuai dengan bakat dan kesanggupan yang terpendam dalam pribadi masing-masing mereka. Yakni, menempatkan seseorang pada tempat yang selaras. Kesulitan terbesar yang dihadapi kaum muslimin di Madinah ialah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslihat jahat, yang selalu dilancarkan mereka terhadap Rasulullah dan para sahabat. Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah mempercayakan suatu yang sangat rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, dengan memberikan daftar nama orang munafik itu kepadanya. Itulah suatu rahasia yang tidak pernah bocor kepada siapa pun hingga sekarang, baik kepada para sahabat yang lain atau kepada siapa saja. Dengan mempercayakan hal yang sangat rahasia itu, Rasulullah menugaskan Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan mereka, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin. Karena inilah, Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para sahabat dengan Shaahibu Sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah). Suatu ketika, Rasulullah memerintahkan Hudzaifah melaksanakan suatu tugas yang amat berbahaya, dan membutuhkan keterampilan luar biasa untuk mengatasinya. Karena itulah, beliau memilih orang yang cerdas, tanggap, dan berdisiplin tinggi. Peristiwa itu terjadi pada puncak peperangan Khandaq. Kaum muslimin telah lama dikepung rapat oleh musuh, sehingga mereka merasakan ujian yang berat, menahan penderitaan yang hampir tidak tertangguhkan, serta kesulitan-kesulitan yang tidak teratasi. Semakin hari situasi semakin gawat, sehingga menggoyahkan hati yang lemah. Bahkan, menjadikan sementara kaum muslimin berprasangka yang tidak wajar terhadap Allah SWT. Namun begitu, pada saat kaum muslimin mengalami ujian berat dan menentukan itu, kaum Quraisy dan sekutunya yang terdiri dari orang-orang musyrik tidak lebih baik keadaannya daripada yang dialami kaum muslimin. Karena murka-Nya, Allah menimpakan bencana kepada mereka dan melemahkan kekuatannya. Allah meniupkan angin topan yang amat dahsyat, sehingga menerbangkan kemah-kemah mereka, membalikkan periuk, kuali, dan belanga, memadamkan api, menyiramkan muka mereka dengan pasir dan menutup mata dan hidung mereka dengan tanah. Pada situasi genting dalam sejarah setiap peperangan, pihak yang kalah ialah yang lebih dahulu mengeluh dan pihak yang menang ialah yang dapat bertahan menguasai diri melebihi lawannya. Dalam detik-detik seperti itu, amat diperlukan informasi secepatnya mengenai kondisi musuh, untuk menetapkan penilaian dan landasan dalam mengambil putusan melalui musyawarah. Ketika itulah Rasulullah membutuhkan keterampilan Hudzaifah Ibnul Yaman untuk mendapatkan info-info yang tepat dan pasti. Maka, beliau memutuskan untuk mengutus Hudzaifah ke jantung pertahanan musuh, dalam kegelapan malam yang hitam pekat. Marilah kita dengarkan dia bercerita, bagaimana dia melaksanakan tugas maut tersebut. Hudzaifah berkata, "Malam itu kami (tentara muslimin) duduk berbaris, Abu Sufyan dengan dua baris pasukannya kaum musyrikin Mekah mengepung kami sebelah atas. Orang-orang Yahudi Bani Quraizhah berada di sebelah bawah. Yang kami khawatirkan ialah serangan mereka terhadap para wanita dan anak-anak kami. Malam sangat gelap. Belum pernah kami alami gelap malam yang sepekat itu, sehingga tidak dapat melihat anak jari sendiri. Angin bertiup sangat kencang, sehingga desirannya menimbulkan suara bising yang memekakkan. Orang-orang lemah iman, dan orang-orang munafik minta izin pulang kepada Rasulullah, dengan alasan rumah mereka tidak terkunci. Padahal, sebenarnya rumah mereka terkunci. Setiap orang yang minta izin pulang diberi izin oleh Rasulullah, tidak ada yang dilarang atau ditahan beliau. Semuanya keluar dengan sembunyi-sembunyi, sehingga kami yang tetap bertahan hanya tinggal 300 orang. Rasulullah berdiri dan berjalan memeriksa kami satu per satu. Setelah beliau sampai di dekatku, aku sedang meringkuk kedinginan. Tidak ada yang melindungi tubuhku dari udara dingin yang menusuk-nusuk, selain sehelai sarung butut kepunyaan istriku, yang hanya dapat menutupi hingga lutut. Beliau mendekatiku yang sedang menggigil, seraya bertanya, "siapa ini!" "Hudzaifah!" jawabku. "Hudzaifah!†tanya Rasulullah minta kepastian. “Aku merapat ke tanah, sulit berdiri karena sangat lapar dan dingin.†"Betul, ya Rasulullah!" jawabku. "Ada beberapa peristiwa yang dialami musuh. Pergilah engkau ke sana dengan sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan data-data yang pasti, dan laporkan kepadaku segera…!" kata beliau memerintah. Aku bangun dengan ketakutan dan kedinginan yang sangat menusuk. Maka, Rasulullah berdoa, "Wahai Allah! lindungilah dia, dari hadapan, dari belakang, kanan, kiri, atas, dan dari bawah." Demi Allah! sesudah Rasulullah saw. selesai berdoa, ketakutan yang menghantui dalam dadaku dan kedinginan yang menusuk-nusuk tubuhku hilang seketika, sehingga aku merasa segar dan perkasa. Tatkala aku memalingkan diriku dari Rasulullah, beliau memanggilku dan berkata, "Hai, Hudzaifah! sekali-kali jangan melakukan tindakan yang mencurigakan mereka sampai tugasmu selesai, dan kembali kepadaku!" Jawabku, "Saya siap, ya Rasulullah!" Lalu, aku pergi dengan sembunyi-sembunyi dan hati-hati sekali, dalam kegelapan malam yang hitam kelam. Aku berhasil menyusup ke jantung pertahanan musuh dengan berlagak seolah-olah aku anggota pasukan mereka. Belum lama aku berada di tengah-tengah mereka, tiba-tiba terdengar Abu Sufyan memberi komando. Ia berkata, "Hai, pasukan Quraisy! dengarkan aku berbicara kepada kamu sekalian. Aku sangat khawatir, hendaknya pembicaraanku ini jangan sampai terdengar oleh Muhammad. Karena itu, telitilah lebih dahulu setiap orang yang berada di samping kalian masing-masing!" Mendengar ucapan Abu Sufyan, aku segera memegang tangan orang yang di sampingku seraya bertanya, "Siapa kamu?" Jawabnya, "Aku si Anu, anak si Anu!" Sesudah dirasanya aman, Abu Sufyan melanjutkan bicaranya, "Hai, pasukan Quraisy! demi Tuhan! Sesungguhnya kita tidak dapat bertahan di sini lebih lama lagi. Hewan-hewan kendaraan kita telah banyak yang mati. Bani Quraizhah berkhianat meninggalkan kita. Angin topan menyerang kita dengan ganas seperti kalian rasakan. Karena itu, berangkatlah kalian sekarang dan tinggalkan tempat ini. Sesungguhnya aku sendiri akan berangkat." Selesai berkata demikian, Abu Sufyan kemudian mendekati untanya, melepaskan tali penambat, lalu dinaiki dan dipukulnya. Unta itu bangun dan Abu Sufyan langsung berangkat. Seandainya Rasulullah tidak melarangku melakukan suatu tindakan di luar perintah sebelum datang melapor kepada beliau, sungguh telah kubunuh Abu Sufyan dengan pedangku. Aku kembali ke pos komando menemui Rasulullah. Kudapati beliau sedang salat di tikar kulit, milik salah seorang istrinya. Tatkala beliau melihatku, didekatkannya kakinya kepadaku dan diulurkannya ujung tikar menyuruhku duduk di dekatnya. Lalu, kulaporkan kepada beliau segala kejadian yang kulihat dan kudengar. Beliau sangat senang dan bersuka hati, serta mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT. Hudzaifah Ibnul Yaman sangat cermat dan teguh memegang segala rahasia mengenai orang-orang munafik selama hidupnya, sampai kepada seorang khalifah sekalipun yang mencoba mengorek rahasia tetap ia tidak mau membocorkannya. Sampai-sampai khalifah Umar bin Khathtab r.a. ada orang muslim yang meninggal, dia bertanya, "Apakah Hudzaifah turut menyalatkan jenazah orang itu ?" Jika mereka menjawab, "Ada," beliau turut menyalatkannya. []
Dicuplik dari: Kepahlawanan Generasi Sahabat Rasulullah, Abdulrahman Ra’fat Basya
| |